Orang tidak perlu tahu betapa menderitanya bangun pagi saat matahari saja belum sempat menyapa, memaksa mata terbuka dan badan bergerak walau hati masih ingin rebahan. Orang tidak perlu tahu rasanya harus berpapasan di jalan dengan emak-emak bawa bronjong yang melaju santai di tengah jalur, atau emak-emak yang menyalakan sen kanan tapi beloknya ke kiri. Orang tidak perlu tahu bagaimana rasanya menghabiskan 8 jam di tempat kerja, duduk di kursi yang sama, menatap layar yang sama, dan mendengar suara atasan yang sama, lalu ditambah dua jam perjalanan pulang-pergi yang melelahkan. Orang tidak perlu tahu tentang target yang menekan, tenggat waktu yang memburu, dan tekanan mental yang terus menggerogoti, hanya untuk pulang, tidur sebentar, dan mengulang semuanya lagi besok… sampai waktu yang tidak pernah jelas kapan berhentinya.
Orang juga tidak perlu tahu betapa beratnya memutuskan mengambil cicilan kendaraan yang sebenarnya di luar kemampuan, hanya demi ikut gaya—rider-rideran, chapter-chapteran, touring-touringan, dan gathering-gatheringan yang kadang lebih banyak fotonya daripada kenangannya. Mereka tidak perlu tahu bahwa di balik senyum di foto itu, ada rasa waswas tiap tanggal jatuh tempo. Tidak perlu tahu bahwa setelah itu, kamu bekerja keras lagi, 10 tahun atau lebih, demi rumah sederhana di pinggiran kota, yang sempit, minim ventilasi, pengap, tapi tetap kamu sebut "rumah" dengan bangga. Garasinya sesak, bukan oleh mobil mewah, tapi jemuran baju dan deretan motor yang parkir rapat di sisinya.
Dan orang tidak perlu tahu bahwa di balik semua itu, kamu harus melanjutkan lagi perjuangan selama 20 tahun berikutnya demi pendidikan kedua anakmu sampai mereka lulus kuliah. Tidak ada yang melihat tumpukan lelah yang kamu simpan, atau rasa takutmu saat memikirkan biaya yang terus membengkak. Mereka hanya melihat hasilnya—motor yang kamu kendarai, rumah yang kamu tinggali, anak yang nanti berdiri di atas panggung wisuda—tanpa pernah membayangkan berapa banyak bagian dari dirimu yang habis dalam proses itu.

Posting Komentar